
Dalam pelaksanaan ibadah aqiqah, sebagian besar masyarakat Indonesia terbiasa menggunakan kambing atau domba jantan. Namun, muncul pertanyaan yang kerap membingungkan calon orang tua: Bolehkah meng-aqiqahi si kecil menggunakan kambing betina? Serta apa saja syarat dan kriteria hukum fikihnya agar ibadahnya tetap sah?
Mengetahui keabsahan penggunaan kambing betina sangat penting, terutama bagi Ayah dan Bunda yang ingin menyesuaikan anggaran tasyakuran tanpa mengurangi nilai keabsahan syariat.
Yuk, simak penjelasan lengkap hukum fikih dan kriteria kambing betina untuk aqiqah berikut ini!
Bolehkah Aqiqah Menggunakan Kambing Betina?
Jawabannya adalah BOLEH dan SAH.Mayoritas ulama dari empat mazhab (Syafi'i, Hanafi, Maliki, dan Hambali) sepakat bahwa hewan aqiqah boleh berjenis kelamin jantan maupun betina. Keabsahan ini didasarkan langsung pada petunjuk hadis Nabi Muhammad SAW:Dari Ummu Kurz RA, ia bertanya kepada Rasulullah SAW tentang aqiqah, lalu beliau bersabda:
"Untuk bayi laki-laki dua ekor kambing dan untuk bayi perempuan satu ekor kambing. Tidak mudarat bagi kalian apakah kambing itu jantan atau betina." (HR. An-Nasa'i dan Abu Dawud)
Hadis di atas secara tegas menjadi dalil bahwa jenis kelamin hewan aqiqah bukanlah syarat mutlak. Baik jantan maupun betina, keduanya sama-sama sah digunakan untuk aqiqah.
Syarat dan Kriteria Kambing Betina yang Sah Menurut Fikih
Meskipun kambing betina diperbolehkan, syarat-syarat kelayakan hewannya tetap sama persis dengan kriteria kambing jantan. Berikut kriteria wajib yang harus dipenuhi:
- Cukup Umur: Kambing Jawa/Kacang betina minimal sudah berusia 1 tahun (memasuki tahun kedua). Jika menggunakan domba betina, minimal berusia 6 bulan (atau sudah berganti gigi depan/poel).
- Sehat dan Bebas dari Cact Fisik: Kambing tidak boleh buta (sebelah atau keduanya), tidak pincang saat berjalan, tidak sakit parah, dan tidak sangat kurus hingga tidak berdaging.
- Tidak Sedang Hamil Tua/Menyusui Anak yang Masih Biji: Sangat dianjurkan untuk tidak menyembelih kambing betina yang sedang hamil atau menyusui bayi kambing yang masih bergantung pada induknya, demi menjaga kualitas daging dan prinsip kasih sayang terhadap hewan.
- Milik Sendiri yang Halal: Hewan didapatkan dari hasil pembelian yang sah, bukan hasil sengketa, pencurian, atau akad yang haram.
Kelebihan Memilih Kambing Betina untuk Aqiqah
Menggunakan kambing betina memiliki beberapa keunggulan praktis bagi keluarga:
- Harga Lebih Terjangkau: Secara umum, harga kambing betina relatif lebih ekonomis dibandingkan kambing jantan, sehingga sangat membantu menghemat anggaran postpartum.
- Tekstur Daging Lebih Empuk: Daging kambing betina cenderung memiliki serat yang lebih halus dan empuk saat diolah menjadi masakan katering.
Siapkan Aqiqah Si Kecil Bersama Aqiqah86!
Fokus sambut kelahiran si kecil tanpa pusing urusan dapur. Aqiqah86 siap membantu tasyakuran aqiqah keluarga Anda: 100% syar'i, dokumentasi real-time, olahan lezat anti prengus, serta gratis ongkir.
penulis : Diyana Safitri





