-
27 Maret 2026 8:30 am

Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Syawal dan Qadha?

Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Syawal dan Qadha?
Setelah bulan Ramadhan berakhir, sebagian umat Islam masih memiliki hutang puasa (qadha) yang harus diganti. Di sisi lain, bulan Syawal juga dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah enam hari yang memiliki keutamaan besar. Hal ini sering menimbulkan pertanyaan: bolehkah menggabungkan niat puasa Syawal dengan qadha puasa Ramadhan dalam satu hari? Untuk menjawabnya, penting memahami penjelasan para ulama dan tujuan dari masing-masing ibadah tersebut.

Keutamaan Puasa Syawal

Puasa Syawal merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim)
Keutamaan ini menunjukkan bahwa puasa enam hari di bulan Syawal memiliki pahala yang sangat besar bagi umat Islam.

Kewajiban Mengqadha Puasa Ramadhan

Jika seseorang meninggalkan puasa Ramadhan karena alasan syar’i seperti sakit, haid, perjalanan, atau uzur lainnya, maka ia wajib menggantinya di hari lain.Allah SWT berfirman:
“Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka wajib menggantinya pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 184)
Karena qadha puasa merupakan kewajiban, maka ia memiliki kedudukan yang lebih utama dibandingkan puasa sunnah.

Pendapat Ulama Tentang Menggabungkan Niat

Para ulama memiliki beberapa pendapat mengenai boleh atau tidaknya menggabungkan niat puasa Syawal dengan qadha puasa Ramadhan.
  • Pendapat yang Membolehkan
Sebagian ulama membolehkan menggabungkan niat qadha dan puasa Syawal dalam satu puasa. Dalam pendapat ini, seseorang tetap mendapatkan pahala qadha sekaligus pahala puasa sunnah. Namun, pahala puasa Syawal mungkin tidak sempurna seperti orang yang melaksanakan puasa Syawal secara khusus setelah menyelesaikan puasa Ramadhan. Pendapat ini biasanya dipilih untuk memberikan kemudahan bagi umat Islam yang memiliki keterbatasan waktu.
  • Pendapat yang Tidak Membolehkan
Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa niat puasa qadha dan puasa Syawal sebaiknya tidak digabungkan. Alasannya, puasa Syawal dalam hadits disebutkan dilakukan setelah seseorang menyelesaikan puasa Ramadhan secara penuh.Artinya, puasa Ramadhan termasuk qadhanya harus diselesaikan terlebih dahulu, baru kemudian melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal.

Mana yang Lebih Dianjurkan?

Pendapat yang lebih banyak dianjurkan oleh para ulama adalah:
  1. Menyelesaikan qadha puasa Ramadhan terlebih dahulu.
  2. Setelah itu baru melaksanakan puasa Syawal enam hari secara terpisah.
Cara ini dianggap lebih hati-hati dan lebih sesuai dengan makna hadits tentang puasa Syawal. Namun, bagi orang yang memiliki keterbatasan waktu, sebagian ulama masih memberikan kelonggaran untuk menggabungkan niat tersebut.

Penutup

Menggabungkan niat puasa Syawal dan qadha puasa Ramadhan merupakan masalah yang memiliki perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sebagian membolehkan, sementara yang lain menyarankan untuk memisahkannya. Agar lebih utama, umat Islam dianjurkan untuk menyelesaikan qadha puasa terlebih dahulu, kemudian melaksanakan puasa Syawal secara terpisah. Dengan demikian, kewajiban terpenuhi dan keutamaan puasa sunnah juga dapat diraih secara maksimal.
Blog Post Lainnya
PT. Delapan Enam Katering Indonesia
0821-2211-4377
Aqiqah86@gmail.com
Jl. Tabanas Raya no. 86, Rt. 11/13 Kedaung, Pamulang Tangerang Selatan
Aqiqah 86 Tergabung Dalam :
-
-
-
Area Pelayanan
  • Jabodetabek
  • Karawang
  • Bandung
  • Cianjur,
  • Sidoarjo
  • Surabaya
Google Maps Kantor pusat
@2026 aqiqah86 Inc.