-
24 Maret 2026 8:30 am

Bolehkah Puasa Syawal Jika Masih Punya Hutang Puasa?

Bolehkah Puasa Syawal Jika Masih Punya Hutang Puasa?
Setelah bulan Ramadhan berakhir, banyak umat Islam yang ingin melanjutkan ibadah dengan menjalankan puasa sunnah di bulan Syawal. Puasa ini dikenal sebagai puasa enam hari di bulan Syawal dan memiliki keutamaan yang sangat besar. Namun, tidak sedikit orang yang masih memiliki pertanyaan: apakah boleh menjalankan puasa Syawal jika masih memiliki hutang puasa Ramadhan?Pertanyaan ini sering muncul karena sebagian orang belum sempat mengganti puasa Ramadhan yang tertinggal akibat sakit, perjalanan, atau sebab lainnya.

Keutamaan Puasa Syawal

Puasa Syawal memiliki keutamaan yang besar sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW:
"Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan enam hari puasa di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim)
Hadits ini menjelaskan bahwa puasa enam hari di bulan Syawal dapat memberikan pahala yang sangat besar bagi orang yang melaksanakannya.

Hukum Puasa Syawal Jika Masih Memiliki Hutang Puasa

Dalam hal ini, para ulama memiliki beberapa pendapat.

1. Mendahulukan Qadha Puasa Ramadhan

Sebagian ulama berpendapat bahwa seseorang sebaiknya mengqadha puasa Ramadhan terlebih dahulu sebelum melaksanakan puasa Syawal. Hal ini karena puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib, sedangkan puasa Syawal adalah ibadah sunnah. Mendahulukan yang wajib dianggap lebih utama agar kewajiban kepada Allah SWT dapat segera diselesaikan.

2. Boleh Mendahulukan Puasa Syawal

Pendapat lain menyatakan bahwa seseorang boleh melaksanakan puasa Syawal terlebih dahulu, kemudian mengganti puasa Ramadhan setelahnya. Hal ini karena waktu untuk mengganti puasa Ramadhan masih panjang, yaitu sampai sebelum datangnya Ramadhan berikutnya. Pendapat ini memberikan kemudahan bagi umat Islam agar tetap dapat memperoleh keutamaan puasa Syawal.

Mana yang Lebih Utama?

Secara umum, para ulama menyarankan untuk mendahulukan puasa qadha Ramadhan jika memungkinkan. Hal ini bertujuan agar kewajiban dapat segera ditunaikan sebelum melakukan ibadah sunnah. Namun jika seseorang khawatir tidak sempat mendapatkan keutamaan puasa Syawal, maka ia boleh melaksanakannya terlebih dahulu selama tetap berniat untuk mengganti puasa Ramadhan yang tertinggal.

Penutup

Puasa Syawal merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam setelah Ramadhan. Bagi seseorang yang masih memiliki hutang puasa Ramadhan, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai urutan pelaksanaannya. Meskipun demikian, yang paling penting adalah tetap berusaha menunaikan puasa qadha Ramadhan dan menjalankan ibadah dengan niat yang ikhlas. Dengan demikian, seorang Muslim dapat memperoleh keberkahan dan pahala dari setiap ibadah yang dilakukan.
Blog Post Lainnya
PT. Delapan Enam Katering Indonesia
0821-2211-4377
Aqiqah86@gmail.com
Jl. Tabanas Raya no. 86, Rt. 11/13 Kedaung, Pamulang Tangerang Selatan
Aqiqah 86 Tergabung Dalam :
-
-
-
Area Pelayanan
  • Jabodetabek
  • Karawang
  • Bandung
  • Cianjur,
  • Sidoarjo
  • Surabaya
Google Maps Kantor pusat
@2026 aqiqah86 Inc.