-
26 Maret 2026 8:30 am

Mana Didahulukan, Qadha Puasa atau Puasa Syawal?

Mana Didahulukan, Qadha Puasa atau Puasa Syawal?
Setelah bulan Ramadhan berakhir, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah di bulan Syawal selama enam hari. Puasa ini dikenal sebagai puasa Syawal dan memiliki keutamaan yang sangat besar. Namun, sebagian orang masih memiliki hutang puasa Ramadhan yang harus diganti. Hal ini menimbulkan pertanyaan: mana yang sebaiknya didahulukan, qadha puasa Ramadhan atau puasa Syawal?Memahami hal ini penting agar umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan benar dan sesuai dengan tuntunan syariat.

Keutamaan Puasa Syawal

Puasa Syawal memiliki keutamaan yang besar sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW:
"Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim)
Hadits ini menjelaskan bahwa puasa enam hari di bulan Syawal dapat memberikan pahala yang sangat besar bagi orang yang melaksanakannya.

Pentingnya Mengqadha Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Jika seseorang meninggalkan puasa Ramadhan karena alasan tertentu seperti sakit, perjalanan, atau uzur lainnya, maka ia wajib mengganti puasa tersebut di hari lain. Mengqadha puasa Ramadhan merupakan kewajiban yang harus ditunaikan sebelum datangnya Ramadhan berikutnya.

Pendapat Ulama Mengenai Urutannya

Para ulama memiliki beberapa pendapat mengenai mana yang sebaiknya didahulukan antara qadha puasa Ramadhan dan puasa Syawal.
  • Mendahulukan Qadha Puasa
Sebagian ulama berpendapat bahwa qadha puasa Ramadhan sebaiknya didahulukan. Hal ini karena puasa Ramadhan adalah kewajiban, sedangkan puasa Syawal merupakan ibadah sunnah. Dalam Islam, kewajiban memang lebih utama untuk diselesaikan terlebih dahulu. Selain itu, hadits tentang puasa Syawal juga menyebutkan bahwa seseorang telah menyelesaikan puasa Ramadhan terlebih dahulu sebelum melanjutkan puasa enam hari di bulan Syawal.
  • Mendahulukan Puasa Syawal
Ada juga sebagian ulama yang berpendapat bahwa seseorang boleh melaksanakan puasa Syawal terlebih dahulu, kemudian mengganti puasa Ramadhan setelahnya. Pendapat ini mempertimbangkan bahwa waktu untuk mengganti puasa Ramadhan masih cukup panjang, yaitu hingga sebelum Ramadhan berikutnya. Pendapat ini biasanya diambil untuk memberikan kemudahan bagi umat Islam agar tetap dapat memperoleh keutamaan puasa Syawal.

Mana yang Lebih Dianjurkan?

Secara umum, banyak ulama menyarankan untuk mendahulukan qadha puasa Ramadhan jika memungkinkan. Hal ini agar kewajiban dapat segera ditunaikan sebelum menjalankan ibadah sunnah. Namun, jika seseorang ingin menjalankan puasa Syawal terlebih dahulu karena khawatir tidak sempat mendapatkannya, maka hal tersebut juga diperbolehkan selama ia tetap berniat untuk mengganti puasa Ramadhan yang tertinggal.

Penutup

Baik qadha puasa Ramadhan maupun puasa Syawal sama-sama memiliki nilai ibadah yang besar dalam Islam. Qadha puasa merupakan kewajiban yang harus ditunaikan, sedangkan puasa Syawal adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tetap berusaha menunaikan kewajiban terlebih dahulu, sekaligus tidak melewatkan kesempatan untuk mendapatkan pahala dari puasa sunnah Syawal jika memungkinkan. Yang terpenting adalah menjalankan ibadah dengan niat yang ikhlas dan penuh kesungguhan.
Blog Post Lainnya
PT. Delapan Enam Katering Indonesia
0821-2211-4377
Aqiqah86@gmail.com
Jl. Tabanas Raya no. 86, Rt. 11/13 Kedaung, Pamulang Tangerang Selatan
Aqiqah 86 Tergabung Dalam :
-
-
-
Area Pelayanan
  • Jabodetabek
  • Karawang
  • Bandung
  • Cianjur,
  • Sidoarjo
  • Surabaya
Google Maps Kantor pusat
@2026 aqiqah86 Inc.