
Kelahiran sang buah hati selalu membawa kebahagiaan besar, tidak hanya bagi pasangan suami istri, tetapi juga bagi keluarga besar dan lingkungan sekitar. Namun, di tengah kebahagiaan tersebut, orang tua baru sering kali dihadapkan pada berbagai mitos atau tradisi seputar kelahiran bayi yang diturunkan secara temurun.
Mulai dari kewajiban membawa gunting dan peniti untuk menolak bala, larangan menyapu di malam hari, hingga anjuran menaruh benda-benda tertentu di dekat tempat tidur bayi. Di satu sisi, orang tua ingin membesarkan anak sesuai dengan ajaran Islam dan prinsip medis yang benar. Di sisi lain, ada rasa segan atau khawatir menyinggung perasaan orang tua, mertua, maupun tetangga jika menolak tradisi tersebut.
Lantas, bagaimana cara menyikapi dan menolak mitos kelahiran bayi secara bijak tanpa merusak silaturahmi, sekaligus tetap teguh berpegang pada syariat? Simak panduannya berikut ini.
1. Pahami Kedudukan Mitos dalam Islam
Langkah awal yang paling krusial bagi orang tua adalah memiliki pemahaman syariat yang lurus. Dalam Islam, menggantungkan perlindungan keselamatan bayi pada benda-benda tertentu (seperti jimat, gunting, atau peniti) dapat tergolong ke dalam perbuatan tathayyur atau syirik kecil karena meyakini ada kekuatan selain Allah SWT yang bisa mendatangkan manfaat atau menolak bahaya.Perlindungan terbaik untuk bayi baru lahir sesuai sunnah adalah melalui doa, dzikir, pengอ่านan ayat-ayat Al-Qur'an (seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, dan Ayat Kursi), serta pelaksanaan ibadah aqiqah sebagai tebusan kelahiran anak.
2. Tata Cara Menolak Mitos Secara Bijak dan Santun
A. Dahulukan Sikap Empati dan Husnuzhan
Pahami bahwa niat utama orang tua, mertua, atau kerabat menganjurkan mitos tersebut umumnya didasari oleh rasa sayang dan kepedulian terhadap keselamatan si kecil. Mereka hanya menjalankan apa yang mereka ketahui dari generasi sebelumnya. Dengarkan penjelasannya dengan tenang tanpa langsung memotong, menghakimi, atau menyalahkan mereka.
B. Gunakan Komunikasi yang Lembut (Qaulan Layyinan)
Saat ingin menolak, sampaikan dengan bahasa yang santun dan nada suara yang lembut. Hindari menggunakan istilah yang terkesan menggurui seperti "Itu musyrik!" atau "Itu bid'ah!" karena dapat memicu benturan emosional.
- Contoh Kalimat: "Terima kasih banyak ya Ibu/Mertua atas perhatiannya untuk si kecil. Alhamdulillah, kami sangat terharu. Tapi untuk pengamanan bayi, kami mencoba ikuti arahan dokter dan amalan doa sunnah dari ustadz agar pikiran kami juga lebih tenang."
C. Sertakan Alasan Medis dan Ilmiah
Sering kali, penjelasan dari sudut pandang medis lebih mudah diterima dibanding perdebatan agama yang sensitif. Misalnya, jika dilarang membawa bayi keluar rumah sebelum 40 hari, Anda dapat menjelaskan bahwa sistem imun bayi newborn memang belum sempurna sehingga rentan tertular virus/bakteri dari luar, bukan karena takut diganggu makhluk halus.Begitu pula jika disuruh menaruh benda tajam di dekat tempat tidur bayi, jelaskan secara logis bahwa benda tajam justru sangat berbahaya bagi keselamatan fisik bayi jika secara tidak sengaja tertindih atau terjatuh.
D. Alihkan ke Amalan Sunnah yang Sahih
Ketika menolak suatu mitos, berikan solusi pengganti yang dianjurkan dalam Islam. Ini menunjukkan bahwa Anda tidak mengabaikan keselamatan bayi, melainkan menggantinya dengan ikhtiar yang lebih kuat dan diridhai Allah SWT.
- Contoh: "Daripada menaruh jimat di bawah bantal, kami rutin membacakan Dzikir Pagi-Petang dan meruqyah mandiri si kecil setiap mau tidur ya, Bu."
E. Libatkan Suami sebagai Benteng Utama
Dalam hubungan keluarga, komunikasi antara anak dan orang tua kandung biasanya lebih luwes. Jika mitos tersebut datang dari pihak mertua, mintalah suami untuk menyampaikan penolakan tersebut secara bijak kepada orang tuanya. Hal ini efektif untuk mencegah timbulnya kesalahpahaman antara menantu dan mertua.
Tunjukkan Rasa Syukur Sesuai Syariat Bersama Aqiqah86
Menjaga kemurnian syariat dalam menyambut kelahiran buah hati adalah wujud cinta terbaik orang tua. Selain membentengi si kecil dengan doa dan ikhtiar yang benar, sempurnakan kebahagiaan keluarga dengan menunaikan ibadah aqiqah sesuai petunjuk Rasulullah SAW.Agar Ayah dan Bunda dapat fokus merawat si kecil serta menjalin silaturahmi yang hangat bersama keluarga besar tanpa perlu repot mengurus operasional dapur, percayakan pelaksanaan tasyakuran aqiqah kepada Aqiqah86:
- 100% Syar'i & Transparan: Proses pemilihan dan penyembelihan hewan dipastikan memenuhi syarat fikih Islam, lengkap dengan fasilitas Dokumentasi Real-Time via WhatsApp saat penyembelihan berlangsung.
- Citarasa Resto Bintang 5: Olahan daging kambing diolah secara higienis oleh tim koki berpengalaman, menghasilkan tekstur yang empuk, lezat kaya rempah, dan dijamin 100% anti prengus.
- Paket Hemat Terima Beres: Tersedia berbagai pilihan paket hantaran nasi box premium yang mewah dan praktis dengan harga terjangkau mulai dari 2 jutaan saja.
- Jangkauan Luas & Gratis Ongkir: Didukung oleh 7 cabang resmi, tim armada kami siap mengantarkan pesanan hidangan tepat waktu langsung ke depan pintu rumah Anda tanpa biaya tambahan.
Sempurnakan syukuran kelahiran si kecil secara syar'i, praktis, dan berkesan bersama kami!
penulis : Diyana Safitri





