
Banyak orang mengira urusan aqiqah hanyalah tugas ibu atau keluarga besar. Padahal, dalam Islam peran ayah memegang tanggung jawab utama dalam pelaksanaan aqiqah. Bukan hanya soal menyiapkan kambing, tapi juga memastikan ibadah ini berjalan sesuai syariat, membawa keberkahan, dan menjadi wujud rasa syukur atas kelahiran anak.
📌
1. Ayah sebagai Penanggung Jawab Utama
Dalam hukum fiqih, kewajiban aqiqah pada dasarnya berada di bahu ayah sebagai kepala keluarga dan penanggung nafkah. Ayah berperan memastikan aqiqah dilaksanakan sesuai kemampuan, tanpa memaksakan diri, tapi juga tidak menunda tanpa alasan.
📌
2. Ayah sebagai Pemimpin Spiritual Keluarga
Aqiqah bukan hanya tentang menyembelih kambing dan membagi makanan. Ini juga ibadah penuh makna:
- Ungkapan syukur kepada Allah
- Menghidupkan sunnah Rasulullah
- Mendoakan masa depan anak agar menjadi anak saleh/shalihah
Di sinilah peran ayah sangat penting dalam memimpin niat dan menghadirkan nilai spiritual dalam keluarga.
📌
3. Memberikan Keteladanan untuk Anak
Saat aqiqah dilakukan dengan niat yang benar, cara yang baik, dan penuh kebahagiaan, itu menjadi teladan bagi anak kelak. Anak akan tumbuh dengan pemahaman bahwa setiap nikmat patut disyukuri dan setiap ibadah harus dijalankan dengan cinta.
📌
4. Ayah yang Mengatur, Ibu yang Mendukung
Walau ayah yang bertanggung jawab, pelaksanaannya tetap bisa dikolaborasikan:
✨
Ayah sebagai pengambil keputusan
✨
Ibu mendukung persiapan & komunikasi
✨
Keluarga bersama menikmati keberkahanDengan begitu, aqiqah bukan sekadar acara, tapi momen kebersamaan keluarga yang penuh makna.
🌟
Kesimpulan
Peran ayah dalam aqiqah bukan hanya soal membayar atau menyembelih kambing. Lebih dari itu, ayah adalah pemimpin, penanggung jawab, sekaligus sosok yang memastikan ibadah ini berjalan penuh keberkahan dan makna.





