
Menantikan kehadiran sang buah hati ke dunia merupakan momen penuh kebahagiaan dan keharuan bagi setiap pasangan suami istri. Di antara berbagai persiapan fisik dan logistik menyambut persalinan, ada satu tugas penting yang membutuhkan pertimbangan matang dari orang tua, yaitu memilih dan menyiapkan nama untuk si kecil.
Dalam ajaran Islam, memilih nama bukan sekadar urusan estetika atau mengikuti tren yang sedang populer. Nama adalah identitas, doa, dan harapan yang akan melekat sepanjang hidup anak. Oleh karena itu, Islam sangat menekankan pentingnya memberikan nama yang mengandung makna Islami yang baik.
Makna Nama Sebagai Doa dan Identitas Seorang Muslim
Rasulullah SAW menegaskan dalam sebuah hadis bahwa nama yang diberikan di dunia akan dipanggil kembali hingga hari kiamat kelak. Nama yang baik akan menjadi pembeda sekaligus kebanggaan bagi pemiliknya.
Ketika orang tua memberikan nama dengan arti yang mulia—seperti Muhammad (yang terpuji), Aisyah (yang hidup bahagia), atau Abdullah (hamba Allah)—secara tidak langsung orang tua sedang menyelipkan doa dan harapan dalam setiap kali nama tersebut dipanggil. Sebaliknya, memberi nama dengan arti yang buruk, samar, atau tidak memiliki makna kebaikan sangat tidak dianjurkan karena dapat membawa dampak psikologis dan spiritual bagi sang anak.
Kaitannya dengan Sunnah Tasmiyah
Tradisi pemberian nama dalam Islam erat kaitannya dengan Sunnah Tasmiyah, yaitu amalan menyematkan nama resmi bagi bayi baru lahir sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW.
Beberapa poin penting mengenai Sunnah Tasmiyah dalam fikih Islam antara lain:
- Waktu Pelaksanaan yang Dianjurkan:Sunnah Tasmiyah dianjurkan untuk dilaksanakan pada hari ke-7 kelahiran bayi, beriringan dengan pelaksanaan ibadah aqiqah dan pencukuran rambut kepala si kecil. Namun, pemberian nama juga diperbolehkan dilakukan sejak hari pertama kelahiran jika orang tua sudah menyiapkannya dengan matang.
- Kriteria Nama yang Disukai Allah SWT:Rasulullah SAW bersabda bahwa nama-nama yang paling dicintai oleh Allah adalah Abdullah dan Abdul Rahman. Selain itu, nama para nabi, rasul, serta para sahabat dan shahabiyah juga sangat disunnahkan untuk digunakan sebagai bentuk tafa'ul (mengambil keberkahan dari kesalehan mereka).
- Menghindari Nama yang Dilarang:Islam melarang penggunaan nama-nama yang mengagungkan selain Allah (seperti Abdul Ka'bah), nama-nama bermakna buruk/burung hantu/kesedihan, serta nama yang mengandung sifat kesombongan ekstrem.
Menyiapkan nama berartikan Islami sejak usia kehamilan tua akan membantu orang tua lebih siap saat melangsungkan prosesi Tasmiyah dan tasyakuran aqiqah pada hari ke-7 tanpa harus terburu-buru.
Sempurnakan Momen Tasmiyah & Aqiqah Si Kecil Bersama Aqiqah86!
Memilih nama Islami yang indah adalah bentuk kasih sayang pertama orang tua, dan menyempurnakannya dengan ibadah aqiqah adalah bentuk rasa syukur terbaik kepada Allah SWT.Agar Ayah dan Bunda dapat fokus mendampingi si kecil dan menikmati momen tasyakuran Tasmiyah tanpa perlu repot mengurus dapur, percayakan seluruh pelaksanaan aqiqah kepada Aqiqah86:
- 100% Syar'i & Transparan: Penyembelihan hewan sesuai fikih Islam dengan jaminan Dokumentasi Real-Time via WhatsApp.
- Citarasa Resto Bintang 5: Olahan daging empuk, kaya rempah, higienis, dan dijamin 100% anti prengus.
- Paket Hemat Terima Beres: Tersedia berbagai pilihan nasi box premium yang rapi dan siap bagikan mulai dari 2 jutaan saja.
- Jangkauan Luas & Gratis Ongkir: Didukung oleh 7 cabang resmi yang siap mengantar pesanan tepat waktu ke rumah Anda.
Sempurnakan Sunnah Tasmiyah dan Aqiqah buah hati Anda bersama kami!
penulis : Diyana Safitri





