-
30 Maret 2026 8:30 am

Mitos Menikah di Bulan Syawal, Benarkah Membawa Sial?

Mitos Menikah di Bulan Syawal, Benarkah Membawa Sial?
Di sebagian masyarakat, masih beredar anggapan bahwa menikah di bulan Syawal dapat membawa kesialan atau masalah dalam rumah tangga. Kepercayaan ini biasanya diwariskan dari tradisi lama dan sering membuat pasangan ragu untuk melangsungkan pernikahan di bulan tersebut.Namun, benarkah anggapan tersebut dalam pandangan Islam? Apakah ada dalil yang melarang menikah di bulan Syawal?

Asal Usul Mitos Menikah di Bulan Syawal

Kepercayaan bahwa menikah di bulan Syawal membawa sial berasal dari tradisi masyarakat Arab pada masa jahiliyah. Pada masa itu, sebagian orang menganggap bulan Syawal sebagai waktu yang tidak baik untuk melangsungkan pernikahan. Kata Syawal sendiri berasal dari bahasa Arab yang memiliki makna “naik” atau “meningkat”. Namun, masyarakat jahiliyah menafsirkannya secara keliru sebagai pertanda hubungan rumah tangga yang bisa “menjauh” atau tidak harmonis. Karena itulah, mereka menghindari pernikahan pada bulan tersebut.

Pandangan Islam tentang Pernikahan di Bulan Syawal

Islam justru tidak melarang menikah di bulan Syawal. Bahkan, terdapat contoh langsung dari Rasulullah SAW yang menikah pada bulan tersebut.Dalam sebuah hadits disebutkan:
“Rasulullah menikahiku pada bulan Syawal dan mulai hidup bersamaku pada bulan Syawal.” (HR. Muslim)
Hadits ini diriwayatkan oleh Aisyah RA. Beliau bahkan menyebutkan bahwa beliau adalah istri Rasulullah yang paling beruntung, yang menunjukkan bahwa menikah di bulan Syawal tidak membawa kesialan.

Hikmah Menikah di Bulan Syawal

Selain membantah mitos yang berkembang di masyarakat, menikah di bulan Syawal juga memiliki beberapa hikmah.

1. Meluruskan Tradisi yang Keliru

Dengan menikah di bulan Syawal, umat Islam dapat menunjukkan bahwa keyakinan tentang kesialan tidak memiliki dasar dalam ajaran agama.

2. Mengikuti Sunnah Rasulullah

Karena Rasulullah SAW menikah pada bulan Syawal, maka menikah di bulan ini justru bisa menjadi bentuk mengikuti sunnah beliau.

3. Momentum Setelah Ramadhan

Bulan Syawal datang setelah Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan ampunan. Kondisi hati yang lebih bersih dan penuh semangat ibadah dapat menjadi awal yang baik untuk memulai kehidupan rumah tangga.

Islam Melarang Tathayyur (Menganggap Sial)

Dalam Islam, mempercayai hari atau bulan tertentu membawa kesialan termasuk dalam bentuk tathayyur, yaitu keyakinan terhadap pertanda buruk tanpa dasar yang jelas.Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada kesialan (karena sesuatu).” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa Islam menolak keyakinan yang mengaitkan kesialan dengan waktu, tempat, atau kejadian tertentu tanpa dalil yang benar.

Penutup

Anggapan bahwa menikah di bulan Syawal membawa sial hanyalah mitos yang berasal dari tradisi masa jahiliyah. Dalam Islam, tidak ada larangan menikah pada bulan tersebut. Bahkan, Rasulullah SAW sendiri menikah dengan Aisyah RA pada bulan Syawal. Karena itu, umat Islam tidak perlu ragu untuk melangsungkan pernikahan di bulan Syawal. Yang terpenting adalah mempersiapkan pernikahan dengan niat yang baik, komitmen yang kuat, serta menjadikannya sebagai langkah untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Blog Post Lainnya
PT. Delapan Enam Katering Indonesia
0821-2211-4377
Aqiqah86@gmail.com
Jl. Tabanas Raya no. 86, Rt. 11/13 Kedaung, Pamulang Tangerang Selatan
Aqiqah 86 Tergabung Dalam :
-
-
-
Area Pelayanan
  • Jabodetabek
  • Karawang
  • Bandung
  • Cianjur,
  • Sidoarjo
  • Surabaya
Google Maps Kantor pusat
@2026 aqiqah86 Inc.