
Bagi sebagian orang, aqiqah masih dianggap sebagai tradisi turun-temurun atau sekadar acara syukuran kelahiran anak. Padahal dalam Islam, aqiqah memiliki makna yang jauh lebih dalam—bukan hanya ritual, tapi investasi kebaikan jangka panjang untuk anak dan orang tua.Lalu, apa sebenarnya makna aqiqah di balik penyembelihan kambing dan pembagian makanan? Mari kita pahami bersama.
1. Aqiqah Adalah Ibadah, Bukan Adat Semata
Aqiqah memiliki dasar yang kuat dalam syariat Islam. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan hewan pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)
Hadits ini menunjukkan bahwa aqiqah adalah ibadah yang dianjurkan, bukan sekadar kebiasaan sosial atau budaya keluarga.Ketika aqiqah dilakukan dengan niat yang benar, ia menjadi bentuk ketaatan orang tua kepada Allah sejak awal kehidupan anak.
2. Investasi Spiritual untuk Anak Sejak Dini
Aqiqah sering disebut sebagai bentuk “investasi spiritual” karena kebaikannya tidak hanya dirasakan saat acara berlangsung, tetapi juga diyakini membawa keberkahan bagi kehidupan anak ke depannya.Makna investasi di sini bukan soal materi, melainkan:
- Doa dan harapan baik orang tua
- Bentuk perlindungan spiritual
- Awal pendidikan tauhid dalam keluarga
Dengan aqiqah, orang tua menanamkan nilai bahwa hidup anak dimulai dengan ibadah dan ketaatan kepada Allah.
3. Mengajarkan Nilai Kepedulian Sosial
Daging aqiqah dianjurkan untuk dibagikan, baik kepada keluarga, tetangga, maupun mereka yang membutuhkan. Ini menjadikan aqiqah sebagai sarana:
- Berbagi kebahagiaan
- Menumbuhkan empati sosial
- Mempererat silaturahmi
Tanpa disadari, aqiqah juga menjadi pelajaran sosial pertama bagi anak—bahwa rezeki bukan untuk dinikmati sendiri, tapi juga untuk dibagi.
4. Bentuk Tanggung Jawab Orang Tua
Dalam banyak pendapat ulama, aqiqah adalah tanggung jawab ayah sebagai penanggung nafkah. Artinya, aqiqah mencerminkan:
- Kesungguhan orang tua dalam menjalankan amanah
- Kepedulian terhadap hak anak
- Komitmen mendidik anak secara lahir dan batin
Walaupun hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), aqiqah memiliki nilai besar di sisi Allah jika dilakukan dengan ikhlas dan sesuai syariat.
5. Nilainya Lebih Besar dari Sekadar Biaya
Sebagian orang menunda aqiqah karena menganggapnya mahal. Padahal, dalam Islam Allah tidak membebani di luar kemampuan. Aqiqah bisa dilakukan:
- Secara sederhana
- Disesuaikan dengan kondisi finansial
- Tanpa harus berlebihan
Yang terpenting adalah niat, kesesuaian syariat, dan manfaatnya bagi sesama.
Kesimpulan
Aqiqah bukan sekadar tradisi tahunan atau acara seremonial. Ia adalah:
- Ibadah yang bernilai pahala
- Investasi kebaikan untuk anak
- Wujud tanggung jawab dan cinta orang tua
- Sarana berbagi dan menebar manfaat
Melalui aqiqah, orang tua menanamkan fondasi kebaikan sejak langkah pertama kehidupan anak.
Jika Ayah dan Bunda ingin melaksanakan aqiqah tanpa repot, tetap syar’i, dan penuh keberkahan, Aqiqah86 siap membantu—mulai dari pemilihan hewan hingga hidangan siap dibagikan, dengan niat ibadah yang terjaga 🤍





