
Istilah “anak tergadai sebelum diaqiqahkan” sering kita dengar di tengah masyarakat. Banyak orang tua akhirnya merasa takut atau bersalah jika belum mampu melaksanakan aqiqah tepat waktu.
Namun, benarkah aqiqah benar-benar berfungsi untuk “menghilangkan gadaian” anak?Mari kita pahami maknanya dengan lebih jernih dan sesuai tuntunan syariat.
Asal Usul Istilah “Gadaian” dalam Aqiqah
Ungkapan ini berasal dari hadits Rasulullah ﷺ:
“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan baginya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)
Kata “tergadai” (rahinah) dalam hadits ini bukan berarti anak menanggung dosa, melainkan sebuah ungkapan kiasan (majaz) yang memiliki makna spiritual.
Apa Makna ‘Tergadai’ yang Sebenarnya?
Para ulama menjelaskan bahwa makna “tergadai” memiliki beberapa penafsiran, di antaranya:
- Terhalang dari kesempurnaan syafaat orang tua Aqiqah menjadi salah satu sebab kesempurnaan ikatan doa dan syafaat antara anak dan orang tuanya.
- Tertundanya penyempurnaan hak anak Aqiqah adalah bentuk hak anak yang ditunaikan orang tua sebagai wujud syukur dan tanggung jawab.
- Bukan hukuman atau dosa bagi anak Anak tetap suci dan tidak menanggung kesalahan apa pun meskipun belum diaqiqahkan.
👉
Jadi, tidak ada konsep anak “menjadi celaka” atau “berdosa” karena belum diaqiqahkan.
Jika Belum Aqiqah, Apakah Anak Jadi Bermasalah?
Jawabannya: tidak.
Islam adalah agama yang adil dan penuh rahmat.
Jika orang tua belum mampu, maka tidak ada dosa sama sekali.Allah berfirman:
“Bertakwalah kepada Allah semampu kalian.” (QS. At-Taghabun: 16)
Aqiqah adalah sunnah muakkadah, bukan kewajiban mutlak. Namun, jika suatu saat Allah memberikan kelapangan rezeki, melaksanakannya tetap bernilai ibadah dan kebaikan.
Bagaimana Jika Aqiqah Dilakukan Tidak di Hari ke-7?
Banyak ulama membolehkan aqiqah dilakukan:
- Hari ke-14 atau ke-21
- Setelah anak besar
- Bahkan ketika orang tua sudah mampu di kemudian hari
Artinya, makna “gadaian” bukanlah status permanen, melainkan dorongan agar orang tua tidak meremehkan sunnah aqiqah.
Aqiqah Bukan Soal Takut, tapi Syukur
Penting untuk meluruskan niat:
- ❌
Bukan karena takut anak “tergadai”
- ❌
Bukan karena tekanan sosial
- ✅
Tapi karena ingin menunaikan sunnah Rasulullah ﷺ
- ✅
Sebagai wujud syukur atas amanah anak
Aqiqah adalah ibadah penuh cinta, bukan beban.
Menunaikan Aqiqah dengan Tenang dan Sesuai Syariat
Jika Ayah dan Bunda ingin melaksanakan aqiqah:
- Tidak perlu berlebihan
- Tidak harus mahal
- Yang penting hewan sesuai syariat, niat benar, dan proses amanah
Saat ini, banyak orang tua memilih jasa aqiqah agar ibadah tetap sah tanpa kerepotan.
💛
Aqiqah86 hadir untuk membantu pelaksanaan aqiqah yang:InsyaAllah sesuai syariat
- Proses transparan
- Menu siap saji & distribusi rapi
- Bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan budget keluarga
Karena aqiqah seharusnya menenangkan hati, bukan menambah beban.
Penutup
Istilah “gadaian” dalam aqiqah bukanlah ancaman, melainkan pengingat penuh hikmah.
Islam tidak mempersulit, tapi mengajak orang tua untuk menunaikan amanah dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.Semoga Allah memudahkan setiap orang tua dalam menjalankan sunnah Rasul-Nya 🤍
✨
Jika ingin aqiqah yang praktis, sesuai syariat, dan bisa disesuaikan dengan budget keluarga, layanan seperti Aqiqah86 bisa menjadi solusi agar ibadah tetap terlaksana tanpa repot. Karena kebaikan tidak harus menunggu segalanya sempurna.





