
Kelahiran seorang anak adalah momen yang tak akan terulang. Di balik rasa bahagia dan haru, Islam mengajarkan satu bentuk kebaikan yang penuh makna: aqiqah. Sayangnya, tidak sedikit orang tua yang menundanya dengan berbagai alasan, hingga akhirnya terlupa atau disesali.Padahal, kebaikan yang bisa dilakukan hari ini, belum tentu bisa dilakukan esok hari.
Aqiqah Bukan Sekadar Ritual
Aqiqah adalah ibadah sunnah yang mengandung doa, syukur, dan harapan baik untuk anak. Ia menjadi tanda bahwa sejak awal kehidupan, anak telah dikenalkan dengan nilai ibadah dan kepedulian sosial.Menunda aqiqah bukan berarti berdosa, namun kehilangan kesempatan untuk menghadirkan keberkahan di waktu yang paling utama.
Alasan Menunda yang Sering Terjadi
Banyak orang tua berpikir, “Nanti saja kalau sudah ada biaya”, atau “Sekalian kalau acaranya bisa besar”. Tanpa disadari, penundaan ini justru membuat aqiqah semakin jauh dari prioritas.Padahal, aqiqah tidak harus mewah. Yang terpenting adalah niat, kesesuaian dengan syariat, dan keikhlasan dalam menjalankannya.
Setiap Penundaan Bisa Menjadi Penyesalan
Tidak sedikit orang tua yang akhirnya berkata, “Seandainya dulu aqiqah anak saya dilakukan tepat waktu.” Penyesalan ini biasanya muncul ketika anak sudah besar, atau ketika orang tua sadar bahwa aqiqah adalah bentuk doa dan ikhtiar spiritual yang bernilai jangka panjang.Kebaikan aqiqah bukan hanya untuk hari itu, tetapi untuk masa depan anak.
Waktu Terbaik Melakukan Aqiqah
Aqiqah dianjurkan pada hari ke-7 kelahiran. Jika belum mampu, boleh dilakukan di hari ke-14, ke-21, atau kapan pun saat sudah dimampukan. Artinya, tidak ada alasan untuk terus menunda ketika kesempatan sudah ada.
Jangan Tunda Kebaikan
Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kebaikan aqiqah adalah investasi akhirat yang dimulai dari rumah. Semakin cepat dilakukan, semakin cepat pula doa dan keberkahan mengalir untuk anak dan keluarga.
Bagi Ayah dan Bunda yang ingin melaksanakan aqiqah dengan mudah, tenang, dan sesuai syariat, Aqiqah86 siap membantu dari proses hingga pendistribusian. Karena kebaikan tidak perlu ditunda, dan setiap anak layak mendapatkan sambutan terbaik sejak awal kehidupannya. 🤍





