-
22 Mei 2026 8:30 am

Hukum Aqiqah Anak Laki-Laki dan Perempuan: Apakah Boleh Ditunda jika Belum Mampu?

Hukum Aqiqah Anak Laki-Laki dan Perempuan: Apakah Boleh Ditunda jika Belum Mampu?
Melahirkan dan membesarkan anak adalah salah satu amanah terbesar yang Allah SWT titipkan kepada orang tua. Sebagai bentuk ekspresi rasa syukur dan kebahagiaan atas kelahiran sang buah hati, Islam mensyariatkan ibadah aqiqah.

Namun, di tengah kebahagiaan menyambut newborn, tidak sedikit orang tua yang menyimpan kegalauan finansial. Banyaknya kebutuhan mendesak pasca-melahirkan—mulai dari biaya persalinan rumah sakit, kontrol dokter, imunisasi, hingga kebutuhan harian bayi—terkadang membuat tabungan menipis.

Pertanyaan yang sering muncul di benak Ayah dan Bunda adalah:
“Bagaimana hukum aqiqah anak laki-laki dan perempuan yang sebenarnya? Lalu, kalau kondisi keuangan sedang belum stabil, apakah boleh ibadah aqiqah ini ditunda?”
Mari kita kupas tuntas jawabannya berdasarkan tuntunan syariat Islam agar Ayah dan Bunda bisa melangkah dengan tenang tanpa rasa cemas.

Memahami Hukum Dasar Aqiqah

Mayoritas ulama (jumhur ulama) sepakat bahwa hukum melaksanakan aqiqah adalah Sunnah Muakkadah, yaitu ibadah sunnah yang sangat ditekankan dan dianjurkan untuk dikerjakan bagi orang tua yang memiliki kelapangan rezeki.
Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap anak menggadaikan aqiqahnya, disembelihkan rambutnya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.” (HR. An-Nasa'i, Abu Dawud, dan Tirmidzi).
Karena sifat hukumnya sunnah yang ditekankan, ibadah ini membawa pahala dan keberkahan yang besar bagi tumbuh kembang si kecil. Namun, Islam adalah agama yang penuh kemudahan dan tidak pernah memaksakan umatnya di luar batas kemampuan mereka.

Perbedaan Jumlah Hewan: Anak Laki-Laki vs Perempuan

Syariat Islam memberikan panduan yang jelas mengenai jumlah hewan aqiqah berdasarkan jenis kelamin sang anak:
  • Anak Laki-Laki: Disyariatkan untuk menyembelih 2 ekor kambing/domba yang sepadan.
  • Anak Perempuan: Disyariatkan untuk menyembelih 1 ekor kambing/domba.

Bagaimana jika anak laki-laki tapi keuangan hanya cukup untuk 1 ekor?


Para ulama menjelaskan bahwa jika kondisi ekonomi benar-benar terbatas, diperbolehkan menyembelih 1 ekor terlebih dahulu untuk anak laki-laki sebagai wujud pelaksanaan asal sunnahnya, karena Rasulullah SAW pun dahulu pernah mengaqiqahi Hasan dan Husain masing-masing dengan 1 ekor domba (sebelum kemudian disempurnakan). Jadi, jangan berkecil hati ya, Ayah Bunda!


Kapan Waktu Utama Aqiqah?

Berdasarkan hadis shahih, waktu yang paling utama (afdhal) untuk melaksanakan aqiqah adalah pada hari ke-7 setelah kelahiran bayi. Jika terlewat karena satu dan lain hal, sebagian ulama memberikan kelonggaran di hari ke-14 atau hari ke-21.
Lalu, bagaimana jika pada hari-hari tersebut orang tua benar-benar belum memiliki kesiapan dana?

Apakah Boleh Ditunda jika Belum Mampu?

Jawabannya adalah: Boleh.
Ulama sepakat bahwa kewajiban atau anjuran aqiqah ini gugur atau boleh ditunda jika orang tua berada dalam kondisi finansial yang sulit (tidak mampu) pada saat hari ketujuh kelahiran. Syariat aqiqah dibebankan kepada orang tua yang mampu. Jika dipaksakan sampai berutang di luar batas kemampuan, hal itu justru menyelisihi prinsip kemudahan dalam Islam.Ada dua jalan keluar yang sering diambil terkait penundaan ini:
  1. Ditunggu Sampai Mampu (Sebelum Baligh): Jika dalam beberapa bulan atau tahun ke depan orang tua mendapatkan kelapangan rezeki, mereka sangat dianjurkan untuk menunaikan aqiqah anaknya selama anak tersebut belum menginjak usia baligh (dewasa).
  2. Anak Mengaqiqahi Diri Sendiri (Setelah Dewasa): Jika hingga anak beranjak dewasa orang tua tetap tidak mampu, maka sang anak diperbolehkan mengaqiqahi dirinya sendiri menggunakan harta pribadinya, sebagaimana pendapat sebagian ulama yang merujuk pada kisah Nabi Muhammad SAW yang mengaqiqahi diri beliau sendiri setelah diangkat menjadi Rasul.

Tips Mempersiapkan Aqiqah Tanpa Beban Finansial

Agar ibadah mulia ini tidak terasa berat, trik terbaiknya adalah mempersiapkannya secara terencana sejak masa kehamilan.
  • Mulai Nabung Konsisten: Menyisihkan uang dengan konsisten—misalnya cukup Rp 7.000 hingga Rp 10.000 saja per hari sejak tahu kehamilan positif—akan membuat dana 2 hingga 3 jutaan terkumpul secara otomatis saat si kecil lahir ke dunia.
  • Pilih Jasa Aqiqah Praktis & Ekonomis: Hari ini, Ayah dan Bunda tidak perlu membeli kambing sendiri ke pasar hewan dan repot memasaknya di dapur rumahan yang melelahkan. Menggunakan jasa catering aqiqah profesional jauh lebih hemat biaya, waktu, dan tenaga.

Serahkan Urusan Aqiqah Si Kecil pada Mitra Terpercaya

Jika tabungan Ayah dan Bunda sudah siap dan ingin menyambut kehadiran buah hati tanpa drama repot di dapur, Aqiqah86 siap menjadi solusi terbaik.Kami menyediakan pilihan paket lengkap terima beres—mulai dari hewan sehat sesuai syariat, proses sembelih di RPH mandiri yang transparan dengan Dokumentasi Real-Time, masakan standar resto bintang 5 anti prengus, hingga kemasan premium box yang mewah—dengan harga yang sangat terjangkau mulai dari 2 jutaan aja!

Ditambah lagi, nikmati fasilitas Gratis Ongkir langsung ke depan pintu rumah Anda di seluruh area jangkauan 6 cabang resmi kami.

Yuk, konsultasikan rencana ibadah aqiqah buah hati Anda dengan tim CS kami yang ramah dan amanah. Ambil juga Promo Combo Deal Khusus Bulan Ini sebelum kehabisan!

(Layanan Konsultasi Gratis & Fast Response)
Blog Post Lainnya
PT. Delapan Enam Katering Indonesia
0821-2211-4377
Aqiqah86@gmail.com
Jl. Tabanas Raya no. 86, Rt. 11/13 Kedaung, Pamulang Tangerang Selatan
Aqiqah 86 Tergabung Dalam :
-
-
-
Area Pelayanan
  • Jabodetabek
  • Karawang
  • Bandung
  • Cianjur,
  • Sidoarjo
  • Surabaya
Google Maps Kantor pusat
@2026 aqiqah86 Inc.