
Masa-masa mengakhiri cuti melahirkan dan kembali ke dunia kerja adalah momen yang emosional bagi setiap ibu pekerja. Di satu sisi, ada tuntutan profesional yang harus dijalani, namun di sisi lain, bayangan meninggalkan buah hati di rumah sering kali memicu rasa cemas, bersalah (mom guilt), dan sedih.
Tantangan ini menjadi semakin terasa ketika bayi mulai menunjukkan tanda-tanda Separation Anxiety (kecemasan berpisah). Si kecil yang biasanya tenang tiba-tiba menangis histeris, memeluk leher Bunda erat-erat, atau rewel luar biasa setiap kali melihat Bunda bersiap-siap mengenakan pakaian kantor atau melangkah ke luar pintu.
Reaksi ini sebenarnya adalah tanda bahwa bayi memiliki hubungan emosional (attachment) yang sangat sehat dengan Anda. Namun, agar proses transisi kembali bekerja berjalan mulus bagi ibu maupun bayi, yuk simak langkah-langkah taktis mengatasi separation anxiety berikut ini!
Mengapa Separation Anxiety Occurs pada Bayi?
Pada rentang usia 6 hingga 9 bulan, bayi mulai memahami konsep Object Permanence—yaitu pemahaman bahwa suatu benda atau orang tetap ada meskipun sedang tidak terlihat di depan matanya. Ketika Bunda pergi bekerja, bayi tahu bahwa Bunda ada di suatu tempat, tetapi ia belum memiliki konsep waktu yang matang untuk memahami kapan Bunda akan kembali. Hal inilah yang menimbulkan kecemasan dan rasa takut kehilangan pada diri si kecil.
5 Langkah Taktis Mengatasi Separation Anxiety Saat Kembali Bekerja
1. Lakukan Transisi Pengasuh Lebih Awal (H-2 Minggu)
Jangan memperkenalkan pengasuh baru (baik itu nanny, pengasuh di daycare, atau anggota keluarga seperti kakek/nenek) tepat di hari pertama Anda masuk kerja.
- Langkah Praktis: Mulailah membiasakan bayi bersama pengasuhnya setidaknya 1 hingga 2 minggu sebelum cuti berakhir. Biarkan pengasuh mengambil alih tugas menyuapi, menimang, dan mengajak bermain saat Bunda masih berada di rumah, agar bayi membangun rasa percaya pada figur baru tersebut secara bertahap.
2. Biasakan Latihan Perpisahan Singkat (Short Separation Practice)
Sebelum benar-benar berpisah selama 8–10 jam kerja, latih bayi menghadapi perpisahan dalam durasi pendek.
- Langkah Praktis: Titipkan bayi pada suami atau pengasuh, lalu tinggalkan ruangan selama 10–15 menit (misalnya untuk menyiram tanaman atau ke supermarket terdekat). Secara perlahan tingkatkan durasinya agar bayi terbiasa memahami bahwa Bunda pergi, tetapi pasti akan kembali lagi.
3. Ciptakan Ritual Perpisahan yang Konsisten dan Singkat
Hindari kebiasaan "berkelit" atau menghilang secara diam-diam saat bayi lengah. Menghilang tiba-tiba justru akan membuat bayi semakin panik dan selalu was-was karena merasa Bunda bisa menghilang kapan saja tanpa peringatan.
- Langkah Praktis: Buat ritual berpisah yang singkat dan hangat. Berikan pelukan, ciuman di pipi, lalu katakan dengan nada suara ceria: "Bunda berangkat kerja dulu ya, sayang. Nanti sore Bunda pulang untuk main lagi!" Setelah berpamitan, segera melangkah pergi dengan tenang. Jangan memperlama proses pamitan saat bayi mulai menangis karena akan memperpanjang dramanya.
4. Tinggalkan Benda Beraroma Tubuh Bunda (Transitional Object)
Bayi sangat mengandalkan indra penciumannya untuk mengenali rasa aman.
- Langkah Praktis: Tinggalkan kain, baju kaos bekas pakai Bunda yang belum dicuci, atau selimut bayi yang sering Bunda peluk saat menyusui. Aroma khas tubuh Bunda yang tertinggal pada kain tersebut dapat memberikan efek menenangkan (soothing) saat bayi merasa cemas di siang hari.
5. Sambut Bayi dengan Hangat Saat Pulang Kerja
Kualitas waktu (quality time) setelah pulang kerja jauh lebih penting daripada durasi kuantitasnya.
- Langkah Praktis: Begitu tiba di rumah, lepaskan sejenak urusan pekerjaan dan gawai Anda. Mandi dan bersihkan diri, lalu dedikasikan 30–60 menit pertama sepenuhnya untuk memeluk, menyusui, dan mengajak si kecil mengobrol. Ini akan meyakinkan bayi bahwa kepulangan Bunda adalah hal yang pasti terjadi setiap hari.
Mengatur transisi pengasuhan si kecil, mengelola beban emosional kembali ke kantor, serta memastikan kesiapan fisik menyambut rutinitas kerja tentu membutuhkan fokus perhatian dan energi yang tidak sedikit dari Ayah dan Bunda. Di tengah kesibukan mempersiapkan masa kembali bekerja ini, jangan biarkan pikiran Anda terpecah oleh kerumitan mengurus dapur untuk persiapan acara tasyakuran aqiqah si kecil di rumah.
Agar Bunda dan Ayah bisa tetap tenang menjalani masa transisi kerja tanpa kelelahan fisik di dapur, percayakan seluruh urusan katering tasyakuran Anda kepada Aqiqah86.Sebagai katering aqiqah profesional terpercaya dengan konsep layanan terima beres, kami siap memberikan jaminan kemudahan bagi keluarga kecil Anda:
- 100% Syar'i, Amanah & Transparan: Hewan dipilih yang sehat, bebas cacat, dan memenuhi syarat sah fikih Islam. Kami menyediakan fasilitas Dokumentasi Real-Time berupa foto dan video saat prosesi penyembelihan berlangsung yang dikirim langsung ke WhatsApp Anda beriringan dengan dibacakannya doa nama buah hati Anda sebagai bukti keabsahan ibadah.
- Citarasa Kualitas Resto Bintang 5: Semua hidangan daging kambing (sate empuk meresap, gulai gurih kaya rempah, tongseng, dll) diolah secara higienis oleh tim koki berpengalaman dan 100% dijamin anti prengus, sangat lezat dan pantas disajikan kepada seluruh keluarga besar serta tetangga yang datang mendoakan si kecil.
- Harga Hemat Mulai 2 Jutaan Saja: Anggaran finansial keluarga baru Anda dijamin aman dari biaya tersembunyi. Kami menyediakan berbagai pilihan paket hantaran nasi box premium yang mewah, bersih, dan kokoh dengan harga transparan mulai dari 2 jutaan saja.
- Didukung 7 Cabang Resmi & Gratis Ongkir: Dengan jangkauan operasional yang luas di 7 cabang resmi, tim armada kami siap mengantarkan pesanan hantaran Anda secara tepat waktu langsung ke depan pintu rumah tanpa biaya tambahan tersembunyi!
Yuk, jalani rutinitas kembali bekerja dengan pikiran yang tenang dan wujudkan tasyakuran aqiqah yang berkesan tanpa repot. Konsultasikan pilihan paket menu aqiqah buah hati Anda bersama tim CS kami yang ramah sekarang juga!
(Hubungi CS Kami - Layanan Ramah, Amanah & Fast Response)
penulis : Diyana Safitri





